Mahasiswa Tangsel tolak deklarasi#2019GantiPresiden. Koordinator aksi, Achdan Mubarok, menilai rencana kegiatan tersebut
termasuk kategori makar. Sebab berupaya memecah belah persatuan dan
kesatuan yang tercipta di Kota Tangerang Selatan.
“Kami menilai bahwa kegiatan tersebut termasuk dalam kegiatan makar
dan dalam deklarasi tersebut diindikasi telah disusup oleh kelompok
beraliran ekstrimis radikal, yang ingin membahayakan NKRI,” ujar Achdan,
dalam orasinya
Puluhan mahasiswa itu juga menampilkan aksi teatrikal dan membawa
poster penolakan. Aksi ini mereka lakukan karena mendapat informasi ada
rencana deklarasi gerakan tersebut di Tangerang pada 9 September
mendatang.
Peserta aksi juga membakar atribut berupa spanduk, poster, dan selebaran terkait gerakan itu.
“Kalau mereka berkeringat, maka kita siap berdarah-darah
mengadangnya. Kita sudah coba untuk beraudiensi dengan kapolres dan
jajaran kepolisian, kita minta mereka tidak memberikan izin atas
deklarasi itu, karena wilayah Tangsel sudah sangat kondusif, sangat
toleran, jangan dipecah-pecah untuk kepentingan tertentu,” kata dia
Jadi Tersangka Karena Tangkap Kepiting . Baru sekitar tiga hari terakhir ini, Tri Mulyadi i , 32, warga Dusun Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIJ) memulai aktivitasnya mencari ikan. Hal itu dilakukannya, mau tidak mau lantaran untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Maklum Mulyadi merupakan tulang punggung keluarga. Sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh Polair Polda DIJ karena menangkap kepiting di Muara Sungai Opak dekat Pantai Samas, ia lebih banyak mengurung diri di rumah. Untuk diketahui, Mulyadi ditetapkan sebagai tersangka Usai penetapannya sebagai tersangka, ia pun kerap ketakutan dan sempat enggan untuk mencari nafkah. “Kemarin-kemarin hutang ke warung-warung dekat sini. Sekarang sudah menjaring ikan dari tepi pantai,” kata Sadino ayah Tri Mulyadi saat ditemui di Samas, Lama-kelamaan, tak disangkal kebutuhan terus membengkak. Istri Mulyadi yang pastinya menuntut kebutuhan ekono...
KPK Usut Bukti Tambahan Taufik Kurniawan . Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut bukti-bukti tambahan dugaan penerimaan Rp3,7 miliar Wakil Ketua DPR dari Fraksi PAN Taufik Kurniawan. Wakil Ketua KPK, Thony Saut Situmorang menyatakan pengusutan dugaan suap dan/atau gratifikasi terkait pengurusan sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen dari APBD 2016 memasuki babak baru. Dia menggariskan, dari hasil laporan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK yang menangani beberapa terdakwa perkara tersebut kemudian diputuskan dibuka penyelidikan baru. Penyelidikan baru tersebut, kata Saut, terkait dengan dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen dari APBN. Apalagi Saut membenarkan, dalam persidangan terdakwa Komisaris PT Karya Adi Kencana Khayub Muhamad Lutfi alias Ayub dan Bupati Kebumen, Jawa Tengah nonaktif Muhamad Yahya Fuad sudah terungkap dugaan pemberian dan penerimaan Rp3,7 miliar oleh W...
Sejarah Tenis Wanita Italia Gantung Raket . Pengoleksi satu gelar grand slam Prancis Terbuka asal Italia, Francesca Schiavone menyatakan keputusannya untuk gantung raket di sela perhelatan grand slam AS Terbuka 2018 di New York Dalam sebuah konferensi pers, Schiavone mengatakan bahwa ini adalah momen yang sangat penting dalam hidup saya. “Saya tiba pada keputusan ini, untuk mengucapkan selamat tinggal pada tenis, dengan hati saya,” ujarnyaTapi hati saya mengatakan bahwa saya dalam kedamaian seperti ini. Saya sangat senang dengan karier saya, hidup saya, dan segalanya,” sambung wanita kelahiran 23 Juni 1980. Kehadiran Schiavone di arena tenis profesional membuka jalan buat para wanita Italia lainnya yang terjun ke dunia olahraga yang sama. Dia menetapkan sejumlah tonggak sejarah bagi negaranya selama kariernya, yang berlangsung selama 22 musim sejak debutnya di acara ITF di negara asalnya pada 1996.
Comments
Post a Comment